Polisi Menggandeng Pengemudi Ojek Online Pada Kampanye, Apa Ada Hubungan Dengan Pilpres 2019?

Pilpres 2019
Oct 27 2018
admin

Beberapa waktu lalu, dunia maya dikejutkan dengan para Satlantas (Satuan Lalu Lintas) yang menggelar acara sosialisasi atau kampanye menjelang pilpres 2019 tentang anti ujaran kebencian atau anti hoax. Para Satlantas ini tidak melakukan aksinya sendirian saja karena juga mengajak para pengemudi ojek online. Kegiatan ini ternyata mendapatkan respon positif dari para pengemudi di jalanan. Mereka juga sangat antusias melihat aksi daripada ojek online ini dengan Satlantas ini. Mereka menggelar kampanye ini tepatnya di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu (28/9). Pada waktu itu, terlihat ada banyak sekali massa di stasiun ini apalagi dilakukan setelah waktu Siang. Seketika, kegiatan ini kemudian menjadi heboh di media sosial karena pihak pengguna yang mengunggah momen tersebut sehingga semakin tersebar antar satu pengguna ke pengguna lainnya.

Untuk menjelaskan lebih rinci mengenai tujuan dari pengadaan kampanye dan sosial ini, beberapa pihak kemudian menemui Kepala Satlantas langsung untuk melakukan wawancara secara langsung. Kemudian, tepat setelah acara tersebut akhirnya Ketua Satlantas (Kasat Lantas) Poltertro Jakpus Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Juang Andi Priyanto akhirnya memberikan jawaban panjang lebar atas tujuan dari pengadaan kegiatan ini. Ia melanjutkan pembicaraan atas jawaban dari pertanyaan tersebut dengan mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan

spanduk yang bertuliskan “Saya Indonesia, Saya Anti Hoax”. #Indonesiadamai”, di sekitar Gambir.

Penyebab dari diadakan acara ini juga karena beberapa waktu lalu sempat tersebar isu atau informasi yang tidak benar alias hoax mengenai beberapa hal yang berhubungan dengan pilpres 2019. Padahal, sebelumnya beberapa pihak bahkan pemerintah juga sudah menghimbau kepada masyarakat untuk selalu mempertimbangkan beberapa hal sebelum menyebarkan berita. Karena, sekarang ini sudah banyak sekali pihak yang tidak bertanggung jawab dan ingin menang sendiri. Karena kesalahan para pengguna lainnya juga yang tidak menyaring berita tersebut, akhirnya sampai tersebar kemana-kama da jadilah berita hoax. Ditegaskan lagi, bagi Anda atau siapa saja yang menyebarkan berita hoax akan dijerat dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik/ITE.

Beberapa dari para pengguna memang sudah banyak yang dijerat untuk masalah ini karena dengan berani menyebarkan berita hoax. Berhubungan dengan masalah penyelenggaraan kampanye atau sosialisasi, pihak Satlantas tidak menjelaskan secara rinci kenapa mereka lebih memilih pihak ojek online untuk diajak partisipasi. Namun, sosialisasi memang sekaligus dilakukan dengan tujuan untuk menyukseskan Asian Para Games yang akan diadakan pada tanggal 6-13 Oktober mendatang. Acara ini bertempat di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Momen memang tidak kalah penting, yang perlu dianggap penting adalah pemilihan presiden dan wakil presiden pada pilpres 2019 mendatang nantinya. Maka, pastikan diri Anda agar tetap damai dan tidak menyebarkan berita yang belum tentu benar keberadaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *